POS PEMANTAUAN 24 JAM DI RUMAH SAKIT PENYAKIT INFEKSI SULIANTI SAROSO (RSPI-SS) DALAM KESIAP SIAGAAN MENGHADAPI 2019-nCoV

Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Suryanti Saroso atau di singkat RSPI-SS merupakan Rumah Sakit Rujukan Nasional Penyakit Infeksi dan Penyakit Menular di Indonesia.

Meluasnya dengan begitu cepat  kasus Novel CoronaVirus (2019-nCoV), tak lama setelah kasus tersebut terkonfirmasi ditemukan di Wuhan, China, beberapa negara lain melaporkan kejadian serupa. Virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab flu hingga MERS dan SARS ini bisa menyebabkan kematian. Penularan 2019-nCoV awalnya dari hewan ke manusia, saat ini diperkiraan sudah terjadi penularan dari manusia ke manusia.

Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr.Sulianti Saroso (RSPI-SS) merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan pada kasus 2019-nCoV.

Pelayanan yang diberikan oleh RSPI-SS tidak hanya pelayanan rawat inap tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan informasi ataupun screening untuk kasus 2019-nCoV.

Pelayanan sreening kasus 2019-nCoV awalnya diberikan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tetapi melihat banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong untuk memeriksakan kesehatannya karena kepanikan dan kekhawatiran terkena penyakit 2019-nCoV, akhirnya pihak manajemen RSPI-SS membuka layanan pos komando pelayanan 2019-CoV yang diberi nama “Pos Pemantauan 24 Jam, 2019-nCoV

Pos Pemantauan ini berfungsi untuk memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat yang membutuhkan KIE terkait kasus 2019-nCoV. Pengunjung yang datang ke pos pemantauan dan memiliki risiko terkena virus 2019-nCoV  seperti  memiliki riwayat perjalanan dari wilayah China ataupun negara pandemik lainnya akan dilakukan screening. Screening tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi pengunjung, apakah memerlukan pengobatan lebih lajut atau cukup perawatan di rumah dengan memperhatikan PHBS. Dari hasil sreening akan menghasilkan 2 kesimpulan yaitu pasien dalam pengawasan dan orang  dalam pemantauan. Pasien dalam pengawasan adalah pengunjung yang memiliki gejala (sesuai dalam pedoman kesiapsiagaan meghadapi infeksi 2019-nCoV) dan riwayat perjalanan ke negara China dan lainnya serta memiliki riwayat kontak dengan pasien yang telah konfirmasi kasus 2019-nCoV. Pasien dalam pengawasan akan dilanjutkan ke IGD yang nantinya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis. Apabila hasil dari IGD memerlukan rawat inap, maka pasien akan dimasukkan keruang isolasi ketat, sementara jika pasien tidak memerlukan rawat inap, maka pasien dipersilahkan pulang dengan dibekali KIE terkait PHBS baik pada pasien maupun keluarga pasien untuk memutuskan mata rantai penularan 2019-nCoV. Sedangkan untuk orang dalam pemantauan adalah pengunjung yang tidak memiliki gejala tetapi memiliki riwayat dari negara pandemik. Pengunjung tersebut akan dilakukan edukasi agar dapat melindungi didirinya daripenularan 2019-nCoV.

Pengunjung dalam pemantauan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh tim survelains RSPI-SS dengan melaporkan kedinas kesehatan setempat agar dinas kesehatan dapat melanjutkan melakukan penyelidikan epidemilogi (PE) untuk mamastikan kondis dari pengunjung tersebut.

Peran surveilans dalam kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi 2019-nCoV sangat besar sekali. Beberapa peran surveilans yang dilakukan di RSPI-SS dalam kesiapsiagaan menghadapi 2029-nCoV adalah melakukan pendataan pasien dalam pengawasan, melakukan pendataan orang dalam pemantauan, melaksanakan kordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait, melaksanakan dan memfasilitasi penyelidikan epidemiologi (PE), melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan surveilans.

Demikian secara ringkas kegiatan yang dilakukan oleh  Pos Pemantauan 24 Jam di RSPI-SS, dalam kesiapsiagaan menghadapi 2019-nCoV.

DOKUMENTASI KEGIATAN POS PEMANTAUAN 24 JAM, KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI 2019-nCoVDI RSPI-SS
DOKUMENTASI PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI (PE)SEBAGAI TINDAK LANJUT DARI HASIL PEMANTAUAN DARI POS PEMANTAUAN RSPI-SSOLEH SUKU DINAS KESEHATAN JAKARTA BARAT

DR. Bambang Setiaji

Kepala Bidang Pengkajian Epidemiologi RSPI-SS