Kesiapsiagaan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Dalam Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (COVID-19)

Kasus Awal infeksi novel corona virus (2019-nCov)

Penghujung tahun 2019, dunia dikejutkan dengan kasus baru berupa kasus infeksi pada paru dan telah teridentifikasi penyebabnya yaitu infeksi baru (novel) corona virus (Covid-19). Kasus tersebut berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kasus tersebut menimbulkan gejala infeksi saluran napas mulai dari ringan hingga berat, dengan angka kematian sekitar 2,5 % dari kasus infeksi berat. World Health Organization (WHO) terus melakukan pengawasan atas berkembangnya kasus novel corona tersebut. Selain China, sejumlah negara telah melaporkan kasus konfirmasi novel corona di negaranya, antara lain Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, Philipina, Australia, emirat Arab, negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura, hingga beberapa negara di Eropa.

Kewaspadaan terhadap ancaman kasus Covid-19 mendapat perhatian bersama, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu kesiapsiagaan tenaga kesehatan di Indonesia.dalam menghadapi kasus novel corona virus harus ditingkatkan, termasuk Puskesmas.

Pada prinsipnya tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dapat menerapkan prinsip dasar pencegahan penyakit infeksi (PPI), bahwa pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu nakes memahami tentang novel corona virus itu sendiri, faktor transmisi, serta mengetahui deteksi dini.

Apakah Novel Corona Virus ?

Novel corona virus (Covid-19) merupakan tipe baru dari keluarga corona virus. Terdapat dua jenis coronavirus yang telah diketahui sebelumnya yaitu Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Dua tipe virus corona tersebut bersifat zoonosis yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, demikian pula 2019-nCov diduga bersifat zoonosis.

Hingga saat ini evaluasi terhadap stabilitas dan viabilitas (kemungkinan dapat hidup) Covid-19 belum terpublikasi, namun data yang ada terkait corona virus adalah data dari MERS-CoV dan SARS-CoV. Kelembaban tinggi dan suhu udara tinggi dapat mengurangi stabilitas Corona virus.

Bagaimana Risiko Transmisi ?

Menurut hasil penyelidikan epidemiologi awal, sebagian besar kasus di Wuhan memiliki riwayat bekerja, menangani, atau pengunjung yang sering berkunjung ke Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Sampai saat ini, penyebab penularan masih belum diketahui secara pasti.2

Seiring dengan bertambahnya kasus, pemerintah China mengkonfirmasi bahwa telah terjadi penularan antar manusia. Penularan manusia ke manusia melalui kontak fisik, batuk, bersin serta udara. Penyebaran utama corona virus adalah melalui droplet.

Adakah Deteksi dini ?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020 telah mengeluarkan  tentang Pedoman Kesiapsiagaan menghadapai Covid-19. Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah terpapar .

Tanda dan gejala umum infeksi corona virus antara lain :

a.      Demam> 38?C atau ada riwayat demam

b.      Batuk / Pilek / nyeri tenggorokan

c.       Sesak nafas ( Pneumonia ringan hingga berat , berdasarkan gejala klinis dan / atau gambaran radiologis)

Perlu diwaspadai pada pasien dengan gangguan system kekebalan tubuh dikarenakan gejala menjadi tidak khas .

d.      Ada riwayat perjalanan ke China atau wilayah / negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbulnya gejala

e.      Atau petugas kesehatan yang sakit dengan gejala yang sama setelah merawat pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat yang tidak diketahui penyebabnya , tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat berpergian.

Atau dengan gejala :

ISPA ringan sampai berat dalam waktu 14 hari sebelum sakit

a.    Memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19 atau

b.    Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi Covid-19.

c.    Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular ( jika hewan penular sudah teridentifikasi) di China atau wilayah / negara yang terjangkit

d.    Memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan dan memiliki demam> 38?C  atau ada riwayat demam

Adapun Pedoman Kesiapsiagaan menghadapai Covid-19 di tingkat Puskesmas antara lain :

1. Melakukan tatalaksana sesuai dengan kondisi pasien dan merujuk ke RS rujukan) dengan memperhatikan prinsip-prinsip PPI; melakukan surveilans ketat kasus dugaan dan positif Covid-19.

2. Melaporkan kasus dalam waktu 1x24 jam ke Dinkes Kab/Kota.

3. Melakukan penyelidikan epidemiologi berkoordinasi dengan Dinkes Kab/Kota.

4. Melakukan komunikasi risiko terhadap masyarakat.

5. Meningkatkan jejaring kerja dengan pemangku kewenangan, lintas sektor dan tokoh masyarakat setempat

Peningkatan Prinsip PPI

Prinsip pencegahan penyakit infeksi harus diterapkan, antara lain menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan penerapan disinfeksi. Selain itu kepatuhan petugas akan tindakan kebersihan tangan dengan 6 langkah dan 5 moment sesuai pedoman PPI yaitu sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptic, setelah terkena cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien, setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien.

Orang dengan gejala sakit saluran pernapasan harus disarankan untuk menerapkan kebersihan/ etika batuk. Ketika melakukan prosedur yang berisiko terjadi percikan ke wajah dan/atau badan, maka pemakaian APD harus ditambah dengan, pelindung wajah dengan cara memakai masker bedah dan pelindung mata/ eye-visor/ kacamata, atau pelindung wajah, dan gaun dan sarung tangan bersih.

Jangan Lupa !

Respon kesiapsiagaan menghadapai Covid-19 tenaga kesehatan puskesmas sangat penting, terutama perannya dalam kegiatan utama preventif dan promotif, antara lain edukasi ke masyarakat tentang ancaman virus novel corona secara benar dan bijak dengan update tentang perkembangan Covid-19.

*******************************

Referensi:

  1. World Health Organization. Corona virus disease (Covid-19) situation report. www.who.int-siltrep-23-ncov.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman kesiapsiagaan novel corona (2019-nCov). 2019.
  3. World Health Organization/2019-nCov/IPC/v2020.2. Infection prevention and control during health care when novel coronavirus (nCov infection is suspected. Interim Guidance. 2020.