Alamat :
Jalan Sunter Permai Raya, Jakarta utara 14340 Indonesia
Email :
rspiss.info@gmail.com
No. Telepon :
(021) 6506559
Tangkal Infeksi Selama Ramadhan  dengan Asupan Gizi Berkualitas

Tangkal Infeksi Selama Ramadhan dengan Asupan Gizi Berkualitas

Marhaban yaa Ramadhan…

Bagi umat muslim di seluruh dunia, bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dimana kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menabung pahala sebanyak-banyaknya. Termasuk didalamnya menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh bagi yang mampu melaksanakan, baik secara jasmani maupun secara rohani. Tidak berbeda kondisi dengan saudara-saudara muslim di belahan dunia lain, saat ini kaum muslim di Indonesia juga tengah menjalankan ibadah puasa yang inshaa Allah akan  berlangsung sampai dengan minggu pertama di bulan Juni nanti. Oleh karena kesempatan berpuasa di bulan Ramadhan hanya diberikan satu kali dalam satu tahun, tentunya kita tidak ingin dihalangi dalam melaksanakan rahmat tersebut akibat kesehatan yang terganggu oleh penyakit infeksi yang menyerang tubuh.

Seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa ramadan, akan tetapi pada beberapa kondisi tertentu tidak dianjurkan bagi seseorang untuk berpuasa. Kondisi tersebut antara lain adalah orang yang sedang dalam perawatan dan menerima infus cairan makanan, mengalami kondisi yang sakitnya akan memburuk jika tidak makan dan meminum obat, kondisi penyakit kronik yang belum teratasi serta apabila mengalami infeksi akut seperti diare, infeksi pernapasan akut ataupun infeksi akut lainnya. Apabila mengalami hal-hal tersebut sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan tenaga medis yang berkompeten sebelum memulai untuk berpuasa Ramadhan.

Kasus infeksi pada manusia disebabkan oleh masuknya kuman penyakit, baik dari bakteri atau virus penyebar kuman berbahaya, yang kemudian berkembang biak dalam jumlah yang lebih banyak dari jumlah zat daya tahan tubuh manusia. Kurangnya produksi zat daya tahan tubuh dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan tubuh yang sedang tidak optimal, yang antara lain akibat berkurangnya asupan gizi yang masuk kedalam tubuh. Penting bagi kita untuk mengetahui asupan gizi yang berkualitas yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh agar tetap optimal saat sedang menjalankan ibadah puasa sehingga terhindar dari penyakit infeksi.

Saat berpuasa tubuh kita hanya mendapatkan asupan nutrisi setelah matahari terbenam dan berhenti saat matahari akan terbit. Selanjutnya tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi selama 13-14 jam berikutnya. Apabila makanan yang kita makan tidak dapat memenuhi kebutuhan harian, maka hal ini dapat menyebabkan menurunnya kondisi tubuh, yang berdampak pada menurunnya sistem imun. Menurunnya sistem imunitas akan menyebabkan seseorang rentan terserang infeksi kuman ataupun virus. Oleh karena itu penting untuk memperhatikan asupan saat berbuka puasa dan sahur. Asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh orang dewasa sehat berdasarkan angka kebutuhan gizi harian adalah berkisar antara 2000-2500 kkal. Kebutuhan gizi akan meningkat apabila sedang dalam keadaan sakit, wanita hamil dan menyusui. Asupan ini harus didapatkan selama berbuka puasa dan sahur.

Asupan nutrisi yang dikonsumsi haruslah lengkap pada setiap kali kita makan. Lengkap disini yaitu mengandung zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak serta mengandung zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Porsi makan sesuai dengan rekomendasi piringku yang dikeluarkan oleh Kementeriah Kesehatan RI sebagai berikut:

setengah bagian dari piring kita berisi sayur dan buah, seperempat bagian piring berisi makanan pokok dan seperempat bagian piring lainnya berisi lauk pauk.

Perlu diperhatikan pada saat kita berpuasa maka gula darah akan turun, sehingga pada waktu berbuka disarankan memakan makanan yang dapat meningkatkan gula darah. Makanan yang dapat meningkatkan gula darah tidak hanya terbatas pada makanan yang rasanya manis saja, tetapi semua makanan yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan gula darah. Contoh makanan sumber karbohidrat antara lain adalah: nasi, ubi, singkong, talas, kentang, tepung-tepungan, mie, dan buah-buahan. Makanan yang mengandung gula atau rasanya manis boleh dikonsumsi saat berbuka, tetapi tentunya tidak berlebihan. Konsumsi gula harian disarankan tidak melebihi 6 sendok teh (25 gram) per hari untuk perempuan dan 9 sendok teh (38 gram) per hari untuk laki-laki.

Selain karbohidrat untuk dapat meningkatkan gula darah saat berbuka, tubuh kita juga memerlukan asupan nutrisi lainnya. Asupan protein baik berasal dari hewani ataupun nabati perlu dikonsumsi agar sel-sel tubuh tetap dapat menjalankan fungsinya. Beberapa kondisi memerlukan protein lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain, misalnya pekerja dengan risiko tinggi terpapar infeksi seperti tenaga kesehatan di fasyankes, orang yang sedang dalam masa pemulihan, atlit, ibu hamil dan menyusui. Agar tidak rentan terhadap infeksi maka kebutuhan protein harian harus terpenuhi saat berbuka dan sahur, hal ini dapat disiasati dengan menambahkan porsi lauk-pauk saat makan. Apabila tidak memungkinkan maka asupan protein dapat ditambahkan dengan mengkonsumsi susu.

Asupan lemak tetap diperlukan oleh tubuh kita, tetapi perlu diingat untuk mengkonsumsi dalam jumlah yang wajar. Asupan lemak yang berlebihan akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung dan memperlambat gerak pengosongan lambung. Hal ini tentunya tidak diinginkan, karena setelah berbuka puasa diharapkan untuk dapat melanjutkan dengan beribadah shalat tarawih. Sebaiknya menghindari asupan lemak jenuh, yaitu yang dapat berasal dari santan, mentega, minyak kelapa sawit, minyak kelapa, lemak hewan, dsb.

Asupan zat gizi lain yang tentunya juga penting saat berpuasa adalah vitamin dan mineral. Kedua zat ini bisa didapatkan dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Rekomendasi asupan sayur dan buah adalah 5 porsi per hari. Ini bisa didapatkan dengan membagi masing-masing 1 porsi buah saat berbuka, 1 porsi sayur saat makan malam, 1 porsi buah setelah makan malam, 1 porsi sayur saat sahur, dan 1 porsi buah saat sahur. Penting untuk menambahkan serat saat sahur karena sayur dan buah juga mengandung serat yang dapat membuat kita kenyang lebih lama dan membantu regulasi gula darah saat berpuasa. Penambahan suplemen vitamin dan mineral tidak diperlukan apabila kita dapat memenuhi porsi buah dan sayur harian. Begitu juga dengan penambahan cairan elektrolit, bisa didapatkan dari makanan dan minuman yang kita konsumsi apabila jumlah yang kita konsumsi sesuai dengan kebutuhan.

Yang tidak kalah pentingnya saat berpuasa selain makanan adalah air, jangan sampai puasa menyebabkan dehidrasi. Setelah berpuasa seharian penuh tentunya kita harus memenuhi kebutuhan air harian saat berbuka sampai dengan sahur. Rekomendasi harian untuk kosumsi air adalah 8 gelas per hari. Ini bisa didapatkan dengan membagi 2 gelas saat berbuka puasa, 2 gelas setelah makan malam, 2 gelas sebelum tidur dan 2 gelas saat sahur.

Semoga tulisan ini dapat melengkapi pemahaman kita bersama tentang pentingnya mengetahui pola asupan gizi yang berkualitas untuk dapat meningkatkan daya tahan tubuh pada saat melaksanakan ibadah puasa. Semoga seluruh amal ibadah kita selama bulan puasa mendapat ridho Allah SWT , Aamiin Aamiin Allahumma Aamiin…

Salam Sehat…..